LINGKUNGAN KEMENANGAN Saya tidak begitu menyukai rekreasi di luar rumah. Kalau ada waktu, saya menggunakannya untuk membaca berbagai macam buku. Sebaliknya, sahabat saya memiliki kebiasaan yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu menimba ide-ide baru dalam kehidupan. Ide-ide tersebut sering kami diskusikan bersama-sama. Kebiasaan teman saya tersebut adalah pergi ke pantai secara rutin. Saya penasaran dengan apa yang ia lakukan di sana. Ternyata di sana ia duduk berjam-jam sambil melihat alunan ombak. Saya kira ia sedang melamun, tetapi ternyata ia sedang menimba inspirasi. Ia berkata kepada saya : “Dengan memandang luasnya samudera dan indahnya ombak itu, saya sangat mengagumi karya besar Tuhan. Ia telah menciptakan samudera yang dahsyat ini dan Ia juga akan membuat hidup saya lebih indah setiap hari”. Ketika kita ingin mencapai puncak-puncak baru dalam kehidupan kita, kita harus mencari tempat di mana kita dapat bermimpi. Dengan bermimpi, kita meningkatkan iman dan ...
Popular posts from this blog
TANGGALKAN MENTALITAS KORBAN, RAIHLAH KEMENANGAN S eorang anak gadis remaja, berusia lima belas tahun, sangat terpukul dengan kepergian ayahnya. Ayahnya yang ia banggakan dan idolakan ternyata merupakan orang yang tidak bertanggungjawab. Hatinya semakin hancur ketika ia melihat ibunya membanting tulang untuk menghidupinya dan adik-adiknya. Ia kehilangan semangat untuk menjalani kehidupannya. Ia malas untuk bersekolah karena merasa minder di hadapan teman-temannya. Namun, ibunya terus menyemangatinya : “Nak, jangan terus menangisi kepergian ayahmu. Kalau hatimu terus menerus terfokus pada kekecewaanmu, masa depanmu akan hancur. Kalau masa depanmu berantakkan, hati mama akan tertusuk pedang yang tajam untuk kedua kalinya. Gapailah masa depanmu karena itu yang menghidupkan mama”. Kata-kata ibunya itu ternyata mengobarkan semangat hidupnya. Ia dapat menyelesaikan pendidikannya dan bekerja di sebuah perusahaan yang terpa...
Renungan Harian 26 Juni 2018 Jalan Emas (Matius 7:6. 12-14) Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC Dengarkanlah renungan yang saya sampaikan melalui Voice Record kepada saudara-saudari dengan tema : Jalan Emas. Kebaikan adalah jalan menuju kehidupan. Sebagai Refleksi : Kita sibuk mempercantik rumah di dunia. Kapan kita mau meluangkan waktu untuk mempercantik rumah kita di surga ? Kita membanting tulang untuk rumah yang sementara, tetapi kita sering malas mengejarnya Bagaimana dengan rumah yang akan kita tempati untuk selama-lamanya ? Kita mengejar rumah dunia yang luar biasa mahalnya tanpa lelah . Rumah di surga hanya membutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati dalam mengerjakan segala perintah Allah. Tak memiliki rumah di dunia, kita bisa kontrak. Tidak memiliki rumah di surga, kita akan menderita selama-lamanya. Mari kita bangun rumah kita di surga dengan sungguh-...


Terima ksh utk tulisan yg menggugah sanubari. Kiranya kita dpt terus menabur kebaikan kpd mereka yg sangat membutuhkan.
ReplyDelete