Renungan Harian 26 Juni 2018 Jalan Emas (Matius 7:6. 12-14) Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC Dengarkanlah renungan yang saya sampaikan melalui Voice Record kepada saudara-saudari dengan tema : Jalan Emas. Kebaikan adalah jalan menuju kehidupan. Sebagai Refleksi : Kita sibuk mempercantik rumah di dunia. Kapan kita mau meluangkan waktu untuk mempercantik rumah kita di surga ? Kita membanting tulang untuk rumah yang sementara, tetapi kita sering malas mengejarnya Bagaimana dengan rumah yang akan kita tempati untuk selama-lamanya ? Kita mengejar rumah dunia yang luar biasa mahalnya tanpa lelah . Rumah di surga hanya membutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati dalam mengerjakan segala perintah Allah. Tak memiliki rumah di dunia, kita bisa kontrak. Tidak memiliki rumah di surga, kita akan menderita selama-lamanya. Mari kita bangun rumah kita di surga dengan sungguh-...
Popular posts from this blog
Renungan Harian 27 Juni 2018 Tinggalkan Kepalsuan (Matius 7 : 15 -20) Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC Dengarkanlah renungan yang saya sampaikan melalui Voice Record kepada saudara-saudari dengan tema : Tinggalkan Kepalsuan Orang Kristiani Sejati tampak dari buah kehidupannya, yaitu sembilan buah roh : "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri". (. Gal 5:22-23). Kita harus menjaga martabat sebagai domba sejati dari Tuhan dengan terus mewaspadai diri dari kecemaran. Kecemaran diri bisa terjadi ketika kita menghadapi masalah, jangan biarkan masalah itu membuat kita jatuh, tetapi masalah itu seharusnya membuat iman kita semakin kuat dan berbuah. Selamat mendengarkan renungan lengkapnya di bawah ini dan semoga menjadi berkat. Tuhan Memberkati
Renungan Harian 29 Juni 2018 (Hari Raya Santo Petrus dan Paulus) Kuat di Dalam Tuhan (Matius 16: 3-19)) Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC Dengarkanlah renungan yang saya sampaikan melalui Voice Record kepada saudara-saudari dengan tema : Kuat Di dalam Tuhan “ Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:18) Kita ini adalah Petrus, yang berarti "batu yang kecil, lemah, rapuh", yang tidak akan mampu menghadapi hidup dan berbagai tantangannya, tanpa bertumpu pada Tuhan (Sang Batu Karang). Kita yang bertumpu pada Tuhan mengerti arti sukacita yang sesungguhnya : Sukacita bukan berarti bahwa kita akan selalu bangun dengan senyuman setiap harinya; sukacita bukan berarti bahwa kita akan selalu riang gembira di tengah badai kehidupan. Sukacita adalah sebuah keputusan untuk melihat tujua...


Terima ksh utk tulisan yg menggugah sanubari. Kiranya kita dpt terus menabur kebaikan kpd mereka yg sangat membutuhkan.
ReplyDelete