DEBAT KUSIR MERUSAK RELASI Kita pasti pernah melihat sebuah debat kusir. Debat kusir adalah perdebatan yang tidak ada ujungnya karena tidak didasarkan pada landasan rasional. Motivasinya bukan untuk mencari solusi, tetapi karena benci . Debat kusir bukan menghargai perbedaan, tetapi aksi kesombongan diri. Sumber debat k usir adalah perasaan paling benar dan pemaksaan pendapat kepada orang lain. Debat kusir harus kita hindari karena tidak ada gunanya. Ia hanya memboroskan waktu dan melelahkan. Debat kusir akan merusak relasi karena tidak meninggalkan damai, tetapi justru menciptakan kemarahan. Kemarahan akan mengundang orang untuk saling memfitnah. Kita hendaknya menghindarinya dengan mengamati apakah perdebatan itu benar atau hanya memancing emosi. Perdebatan yang benar itu menggunakan teknik Eclenchus seperti yang dilakukan Socrates (Filsuf Yunani). Dalam...
Popular posts from this blog
BERKACA DI CERMIN YANG UTUH Masa kecil seorang ibu sangat membahagiakan. Ia memiliki orang tua yang baik. Orang tuanya sangat menyayanginya. Ketika sudah dewasa, citra dirinya yang indah berubah menjadi suram. Pengalaman kegagalan dan kesendirian telah mengubah pandangannya tentang dirinya. Ia memandang lahir di dunia ini bukan sebagai sebuah anugerah, tetapi sebagai sebuah kecelakaan. Ia menyadari dirinya mudah depresi, tetapi tidak mampu mengatasinya. Ia bisa tiba-tiba menangis tanpa ada penyebabnya. Ia merasa kesepian dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia merasa hidupnya hanya menjadi beban bagi orang lain. Cermin yang memantulkan citra diri kita itu pada awalnya adalah baik sehingga kita dapat memperoleh gambaran tentang diri kita yang seutuhnya. Allah menciptakan kita baik adanya. Ia memperlengkapi diri kita dengan berbagai macam hal yang indah dan kemampuan yang luar biasa. Kita mengagumi diri kita sebagai priba...
Renungan Harian 26 Juni 2018 Jalan Emas (Matius 7:6. 12-14) Oleh Romo Felix Supranto, SS.CC Dengarkanlah renungan yang saya sampaikan melalui Voice Record kepada saudara-saudari dengan tema : Jalan Emas. Kebaikan adalah jalan menuju kehidupan. Sebagai Refleksi : Kita sibuk mempercantik rumah di dunia. Kapan kita mau meluangkan waktu untuk mempercantik rumah kita di surga ? Kita membanting tulang untuk rumah yang sementara, tetapi kita sering malas mengejarnya Bagaimana dengan rumah yang akan kita tempati untuk selama-lamanya ? Kita mengejar rumah dunia yang luar biasa mahalnya tanpa lelah . Rumah di surga hanya membutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati dalam mengerjakan segala perintah Allah. Tak memiliki rumah di dunia, kita bisa kontrak. Tidak memiliki rumah di surga, kita akan menderita selama-lamanya. Mari kita bangun rumah kita di surga dengan sungguh-...





Comments
Post a Comment